Sabtu,12 Maret 2022 | 13:17 WIB

Pengertian Umkm Adalah: Memahami Apa Itu Umkm & Klasifikasinya

Sebenarnya, apa itu UMKM. Bagi kamu yg belum memahami, kepanjangan UMKM merupakan Usaha Mikro Kecil & Menengah.

Lalu, apa pengertian UMKM itu sendiri? Istilah ini merujuk pada jenis usaha miniyg dilakukan oleh masyarakat dan bukan merupakan korporasi. Nah, artikel ini akan membahas beberapa hal seputar UMKM, pada antaranya:Pengertian UMKM, baik secara umum maupun berdasarkan beberapa pakar.Kriteria UMKM berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2008.Ciri-karakteristik UMKM secara generik.Beberapa model UMKM yang terdapat pada Indonesia.Perkembangan UMKM pada Indonesia

Penjelasan lebih jauh tentang UMKM akan dibahas secara lengkap pada artikel ini. So, pastikan menyimak artikelnya hingga akhir ya.Pengertian UMKM Adalah

Secara generik, pengertian UMKM merupakan usaha produktif yang dimiliki dan dikelola oleh perorangan maupun badan usaha yg telah memenuhi kriteria menjadi usaha mikro.

Menurut UU No. 20 Tahun 2008, pengertian UMKM adalah usaha perdagangan yg dikelola oleh perorangan atau badan usaha yang merujuk dalam bisnis ekonomi produktif dengan kriteria yg ditetapkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008.

Seperti diatur dalam peraturan perundang-undangan No. 20 tahun 2008, sesuai pengertian UMKM tersebut maka kriteria UMKM dibedakan secara masing-masing mencakup bisnis mikro, bisnis mini, & usaha menengah.

Menurut data yang dikeluarkan sang Bank Indonesia (BI), jumlah pelaku UMKM di Indonesia saat ini mencapai 56,54 juta unit atau 99,99% berdasarkan total pelaku bisnis. Dengan kata lain, Usaha Mikro, Kecil, & Menengah (UMKM) adalah grup bisnis yg jumlahnya paling akbar di Indonesia.

Dari data tersebut dapat kita pahami bahwa Usaha Mikro, Kecil & Menengah (UMKM) punya peranan yg sangat penting bagi perekonomian di Indonesia. Selain itu, gerombolanusaha ini jua dapat bertahan pada aneka macam gejolak ekonomi yg pernah dialami sang Indonesia selama ini.Pengertian UMKM Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa itu UMKM, maka kita dapat merujuk dalam pendapat beberapa pakar berikut adalah:1. Rudjito

Menurut Rudjito (2003), pengertian UMKM merupakan usaha yg punya peranan krusial pada perekonomian negara Indonesia, baik menurut sisi lapangan kerja yg tercipta maupun berdasarkan sisi jumlah usahanya.dua. Ina Primiana

Menurut Ina Primiana, pengertian UMKM merupakan pengembangan empat aktivitas ekonomi primer yg menjadi motor penggerak pembangunan Indonesia, yaitu;Industri manufakturAgribisnisBisnis kelautanSumber daya manusia

Selanjutnya, Ina Primiana juga mengungkapkan bahwa UMKM dapat diartikan menjadi pengembangan kawasan andalan buat mempercepat pemulihan perekonomian buat mewadahi program prioritas & pengembangan aneka macam sektor & potensi. Sedangkan bisnis kecil merupakan peningkatan berbagai upaya pemberdayaan warga .3. Adi M. Kwartono

Menurut Adi M. Kwartono, pengertian UMKM adalah aktivitas ekonomi masyarakat yang punya kekayaan bersih maksimalRp 200.000.000,- dimana tanah dan bangunan loka bisnis nir diperhitungkan.

Selain itu, UMKM pula bisa didefinisikan menjadi kegiatan ekonomi yang memiliki omset penjualan tahunan paling poly Rp1.000.000.000,- dan milik rakyat negara Indonesia.4. KEPRES RI No. 99 Tahun 1998

Menurut KEPRES RI No. 99 Tahun 1998, pengertian UMKM adalah aktivitas ekonomi masyarakat yang berskala kecil menggunakan bidang usaha yg secara dominan adalah usaha kecil & perlu dilindungi buat mencegah menurut persaingan usaha yg tidak sehat.Kriteria UMKM Menurut UU No. 20 Tahun 2008

Untuk mengetahui jenis usaha apa yg sedang dijalankan perlu memperhatikan kriteria-kriterianya terlebih dahulu. Hal ini krusial karena akan berpengaruh dalam proses pengurusan surat ijin usaha & pula memilih besaran pajak yg akan dibebankan pada pemilik UMKM.

Dalam tabel ini dia dijelaskan beberapa kriteria Usaha Mikro, Kecil, & Menengah, dan Usaha Besar.NoUkuran UsahaAset(tidak termasuk tanah & bangunan)Omzet(per tahun)1Usaha MikroMaksimal Rp 50 jutaMaksimal Rp 300 juta2Usaha KecilLebih berdasarkan Rp 50 juta – Rp 500 jutaLebih berdasarkan Rp 300 juta – Rp 2,5 miliar3Usaha MenengahLebih berdasarkan Rp 500 juta – Rp 10 miliarLebih berdasarkan Rp dua,5 miliar – Rp 50 miliar4Usaha BesarLebih dari Rp 10 miliarLebih berdasarkan Rp 50 miliar

Berikut ringkasan disparitas antara Usaha Mikro, Kecil, & Menengah, dan Usaha Besar:1. Usaha Mikro

Usaha yang termasuk kriteria usaha mikro merupakan usaha yang mempunyai kekayaan bersih mencapai Rp 50.000.000,- & tidak termasuk bangunan & tanah tempat bisnis. Hasil penjualan usaha mikro setiap tahunnnya paling banyak Rp 300.000.000,-2. Usaha Kecil

Usaha miniadalah suatu usaha ekonomi produktif yg independen atau berdiri sendiri baik yg dimiliki perorangan atau grup & bukan menjadi badan usaha cabang dari perusahaan primer. Dikuasai & dimiliki serta sebagai bagian baik eksklusif juga tidak pribadi menurut bisnis menengah.

Usaha yg masuk kriteria usaha kecil merupakan bisnis yang memiliki kekayaan bersih Rp 50.000.000,- menggunakan aporisma yang dibutuhkannya mencapai Rp 500.000.000,-. Hasil penjualan usaha setiap tahunnya antara Rp 300.000.000,- sampai paling poly Rp 2,lima.000.000.000,-.3. Usaha Menengah

Usaha menengah adalah bisnis dalam ekonomi produktif dan bukan merupakan cabang atau anak bisnis dari perusahaan pusat dan sebagai bagian secara eksklusif maupun tak langsung terhadap bisnis miniatau usaha akbar dengan total kekayan bersihnya sinkron yg telah diatur menggunakan peraturan perundang-undangan.

Usaha menengah sering mengkategorikan menjadi bisnis akbar menggunakan kriteria kekayaan bersih yg dimiliki pemilik usaha mencapai lebih menurut Rp 500.000.000,- hingga Rp 10.000.000.000,- dan nir termasuk bangunan dan tanah loka usaha. Hasil penjualan tahunannya mencapai Rp2,lima .000.000,- milyar sampai Rp 50.000.000.000,-.4. Usaha Besar

Usaha Besar merupakan usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh badan usaha menggunakan jumlah kekayaan higienis atau hasil penjualan tahunan lebih besarmenurut Usaha Menengah, yang meliputi bisnis nasional milik negara atau partikelir, bisnis patungan, dan usaha asing yang melakukan kegiatan ekonomi pada Indonesia.

Jenis bisnis ini mempunyai aset lebih berdasarkan 10 miliar menggunakan omset lebih berdasarkan Rp 50 miliar per tahun.Klasifikasi UMKM

Berdasarkan perkembangannya, UMKM pada Indonesia dapat dibedakan pada 4 kriteria, diantaranya:Livelihood Activities, yaitu UMKM yg dimanfaatkan menjadi kesempatan kerja buat mencari nafkah, yg lebih generik dikenal menjadi sektor informal. Misalnya merupakan pedagang kaki 5.Micro Enterprise, yaitu UMKM yg punya sifat pengrajin namun belum punya sifat kewirausahaan.Small Dynamic Enterprise, yaitu UMKM yg sudah mempunyai jiwa entrepreneurship dan sanggup menerima pekerjaan subkontrak dan eksporFast Moving Enterprise, yaitu UMKM yg punya jiwa kewirausahaan & akan bertransformasi sebagai sebuah Usaha Besar (UB).Ciri-Ciri UMKM Secara Umum

Selain menurut aset dan omsetnya, apa ciri-karakteristik UMKM yg membedakannya dengan bisnis akbar? Berikut ini merupakan beberapa ciri-ciri UMKM secara umum:Jenis komoditi/ barang yang ada pada usahanya tidak permanen, atau sanggup berganti sewaktu-saatTempat menjalankan usahanya bisa berpindah sewaktu-saatUsahanya belum menerapkan administrasi, bahkan keuangan langsung dan keuangan bisnis masih disatukanSumber daya manusia (SDM) pada dalamnya belum punya jiwa wirausaha yg mumpuniBiasanya taraf pendidikan SDM nya masih rendahBiasanya pelaku UMKM belum mempunyai akses perbankan, namun sebagian telah memiliki akses ke lembaga keuangan non bankPada umumnya belum punya surat ijin bisnis atau legalitas, termasuk NPWPJenis dan Contoh UMKM

Seperti yg dijelaskan pada pengertian UMKM yg tertuang dalam Keppres RI No. 19 Tahun 1998 sebagai aktivitas ekonomi masyarakat dalam skala kecil yang perlu dilindungi & dicegah berdasarkan persaingan yg nir sehat.

Pada dasa warsa terakhir ini semakin marak bermunculan bisnis UMKM mulai berdasarkan skala rumahan hingga skala yg lebih akbar. Berikut beberapa jenis usaha yg termasuk UMKM:1. Usaha Kuliner

Salah satu bisnis UMKM yg paling poly digandrungi bahkan sampai kalangan belia sekalipun. Berbekal inovasi dalam bidang makanan dan kapital yang tidak terlalu besar , bisnis ini terbilang relatif menjanjikan mengingat setiap hari seluruh orang membutuhkan makanan.

Beberapa contoh UMKM pada bidang jasa masakan:Usaha berjualan produk minuman (kopi, minuman dingin).Usaha warteg atau restoran.Usaha berjualan jajanan/ snack.dua. Usaha Fashion

Selain makanan, UMKM pada bidang fashion ini juga sedang diminati. Setiap tahun mode tren fashion baru selalu hadir yg tentunya menaikkan pendapatan pelaku usaha fashion.

Beberapa model UMKM di bidang jasa fashion:Usaha jasa menjahit pakaian.Usaha jasa desain sandang.Usaha berjualan bahan pakaian.Usaha berjualan sandang jadi.3. Usaha Agribisnis

Baca Juga