Sabtu,12 Maret 2022 | 23:02 WIB

Evaluasi Kesehatan Keuangan Anda? Ini Dia Caranya!

Bukan hanya kesehatan tubuh, kesehatan keuangan pun krusial buat diperiksa & dievaluasi secara rutin. Sebaiknya evaluasi kesehatan keuangan dilakukan minimal satu tahun sekali buat melihat apakah keuangan kita berada dalam syarat sehat atau nir. Kalaupun ternyata ada masalah, kita bisa segera mencari solusi supaya kondisi keuangan sebagai sehat pulang. Pada pembahasan kali ini kita akan mengulas bagaimana cara melakukan penilaian kesehatan keuangan serta cara mengatasi keuangan yang tidak sehat.

Persiapan Evaluasi Kesehatan Keuangan

Sebelum melakukan penilaian, tentu terdapat persiapan yang wajibdilakukan yaitu mendata hal-hal yg berkaitan menggunakan kesehatan keuangan itu sendiri. Data ini akan digunakan dalam perhitungan evaluasi kesehatan keuangan nantinya, pula menjadi gambaran awal mengenai bagaimana syarat keuangan Anda. Berikut merupakan beberapa hal yang perlu didata buat lalu dilakukan evaluasi nantinya:

Catatan pertama yg perlu didata merupakan jumlah harta yang dimiliki dan hutang yang wajibdibayar. Jumlah harta mencakup uang yang terdapat di dompet, uang pada rekening tabungan, rumah, tunggangan, dan barang berharga lainnya. Lalu jumlah harta ini dikurangi menggunakan total hutang yang harus dibayar buat lalu membentuk total harta bersih. apabila hasilnya positif maka mampu dibilang syarat keuangan Anda cukup baik, meski untuk evaluasi kesehatannya perlu dilakukan perhitungan lebih lanjut.

dua. Mendata Penghasilan dan Pengeluaran

Catatan yang kedua adalah pendataan jumlah penghasilan yang masuk dan dikurangi menggunakan semua pengeluaran yg dilakukan. Pastikan Anda mendata keduanya menggunakan detail & nir terdapat yg terlewat supaya output perhitungannya valid. Sama seperti catatan harta & hutang, bila hasil perhitunganya positif maka buat kondisi awal keuangan Anda bisa terbilang baik.

Metode Evaluasi Kesehatan Keuangan

Setelah melakukan persiapan, selanjutnya adalah proses perhitungan & evaluasi kesehatan keuangan itu sendiri. Terdapat 3 indikator yang menjadi dasar metode pada evaluasi kesehatan keuangan, yaitu uang yg dimiliki, cicilan hutang bulanan, & tabungan. Untuk detail, berikut merupakan 3 metode yg perlu diterapkan dalam melakukan penilaian kesehatan keuangan Anda:

1. Perbandingan Uang dengan Pengeluaran

Metode pertama merupakan melakukan perbandingan uang dengan pengeluaran buat melihat persediaan uang yg terdapat sanggup cukup buat berapa bulan. Data uang ini sanggup diambil menurut catatan harta yg sudah dibuat, yaitu uang yang terdapat pada dompet dan pada rekening tabungan. Lalu bandingkan dengan jumlah pengeluaran rutin yang sudah didata pada catatan pengeluaran sebelumnya.

Ukuran Uang= (Uang di Dompet+Rekening)/Pengeluaran Rutin

Hasil menurut perhitungan tadi memperlihatkan berapa bulan pengeluaran yang dapat ditanggung dengan uang yang terdapat saat ini. Idealnya, keuangan yg sehat merupakan ketika uang dapat membiayai pengeluaran selama 4 bulan. Jadi misalnya dengan jumlah uang Rp tiga.000.000 dan pengeluaran Rp 1.000.000, maka didapatkan nomor3 bulan. Hal itu menunjukkan kondisi keuangan yg kurang sehat karena kurang berdasarkan angka ideal yg seharusnya dicapai.

2. Perbandingan Cicilan Hutang menggunakan Penghasilan

Metode yg ke 2 adalah membandingkan antara cicilan hutang yg harus dibayar setiap bulan & penghasilan yang didapat secara rutin. Sama misalnya metode sebelumnya, data cicilan hutang dan penghasilan pun bisa diambil dari catatan yg telah dibuat dalam termin persiapan. Hasil dari perhitungan ini akan memperlihatkan persentase ukuran bayar cicilan bulanan yang Anda lakukan saat ini.

Ukuran Bayar Cicilan= Cicilan Hutang Bulanan/Penghasilan Rutin

Idealnya, persentase berukuran bayar cicilan hutang bulanan ini nir lebih menurut 30% setiap bulannya. Jika contohnya penghasilan rutin Rp 4.000.000 & cicilan hutang perbulan mencapai Rp dua.000.000, maka output perhitungannya sebesar 50%. Berdasarkan hal itu, dapat dikatakan bahwa keuangan Anda nir sehat lantaran cicilan hutang yang dimiliki terlalu besarjumlahnya.

tiga. Perbandingan Tabungan dengan Penghasilan

Metode yang terakhir merupakan melakukan perbandingan antara tabungan yang disisihkan dengan penghasilan rutin yang masuk tiap bulannya. Dari output perhitungan ini akan didapat persentase ukuran menabung yg mendeskripsikan kondisi keuangan Anda. Idealnya, persentase berukuran menabung ini berada dalam kisaran minimal 10% tiap bulannya.

Ukuran Menabung= Uang yg Ditabung per Bulan/Penghasilan Rutin per Bulan

Misalnya penghasilan Anda adalah Rp 4.000.000 sebulan, sedangkan jumlah yg ditabung sebanyak Rp 200.000. Berarti berukuran menabung Anda berkisar pada persentase lima%, yg mana kurang dari ukuran ideal yaitu 10%. Hal ini menerangkan keadaan keuangan Anda yg nir sehat, apalagi bila contohnya sama sekali nir ada tabungan rutin yg disisihkan setiap bulannya.

Mengatasi Keuangan yg Tidak Sehat

Jika sehabis dilakukan evaluasi ternyata keuangan Anda berada pada kondisi yg tidak sehat, Anda harus segera melakukan pertolongan pertama. Ada 2 hal penting yg sebagai solusi dalam pertolongan pertama keuangan yg tidak sehat, yaitu:

Aspek tabungan sebagai keliru satu solusi dalam melakukan pertolongan pertama pada mengatasi keuangan yang nir sehat. Agar Anda dapat menabung secara rutin, jadikan menabung menjadi prioritas sebelum Anda menggunakan uang dari penghasilan buat hal lain. Sisihkanlah sejumlah uang, idealnya 10% berdasarkan penghasilan, buat dimasukkan ke dalam rekening tabungan Anda. apabila 10% dianggap terlalu besar , Anda bisa memulainya menggunakan persentase yg lebih kecil namun dilakukan dengan rutin dan secara sedikit demi sedikit ditingkatkan jumlahnya.

Aspek ke 2 yang juga sangat penting pada mengatasi kesehatan keuangan adalah pengelolaan hutang yang diambil. Usahakan buat nir berhutang melebihi batas kemampuan Anda, yaitu maksimal30% berdasarkan total penghasilan bulanan. Selain itu, sebaiknya penggunaan kartu kredit tidak dilakukan bila penghasilan Anda kurang dari Rp tiga.000.000 perbulan. Kalaupun Anda memiliki kartu kredit, pastikan untuk mengelolanya dengan baik dan membayar cicilan sempurna waktu menggunakan lunas.

Demikianlah pembahasan tentang kesehatan keuangan, mulai dari bagaimana cara mengevaluasinya dan solusi buat mengatasi keuangan yg tidak sehat. Kondisi kesehatan keuangan memang perlu buat dipantau dan dievaluasi secara rutin buat menghindari keluarnya masalah di kemudian hari. Semoga keterangan ini bermanfaat bagi Anda!

Artikel TerkaitPentingnya Perencanan Keuangan buat Kehidupan Masa DepanApa Itu Nilai Intrinsik & Ekstrinsik Uang?Apa Itu Barang Komplementer? Berikut Contoh Barang KomplementerIde Bisnis Aneh tapi Untung Besar? Terbukti Lho!

Demikianlah artikel mengenai cara evaluasi kesehatan keuangan, semoga bermanfaat bagi Anda semua.

Baca Juga