Kamis,24 Februari 2022 | 07:29 WIB

Desainer Arnold Putra Diduga Pesan Organ Tubuh dari Brasil, Pernah Bikin Tas dari Tulang Belakang Manusia

Tas tangan Arnold Putra yang dibuat dari lidah buaya dan tulang belakang manusia (Dok.Instagram/@byarnoldputra/https://www.instagram.com/p/BKyjporAq4r/Komarudin)
Tas tangan Arnold Putra yang dibuat dari lidah buaya dan tulang belakang manusia (Dok.Instagram/@byarnoldputra/https://www.instagram.com/p/BKyjporAq4r/Komarudin)

Liputan6.com, Jakarta – Seorang desainer Indonesia disebut-sebut terkait dalam temuan paket berisi organ manusia yang dikirim dari Brasil ke Singapura. Berdasarkan keterangan Polisi Federal Brasil, paket tersebut berisi tangan dan tiga plasenta, dikirimkan pada Selasa, 22 Februari 2022 pagi, waktu setempat.

Laporan itu diungkap setelah pihak berwajib melakukan penggerebekan di Universitas Negeri Amazonas (UEA) di kota Manaus, Brasil. Dalam keterangannya, pihak berwajib menyatakan organ-organ itu dikirimkan “untuk seorang desainer Indonesia yang menjual aksesori dan potongan mode menggunakan bahan-bahan dari manusia.”

Polisi Federal Brasil menyebut, organ-organ itu diawetkan seorang profesor anatomi menggunakan metode plastinasi. Proses itu menggantikan cairan dan lemak tubuh dengan bahan-bahan seperti silikon dan epoksi dalam proses pengawetan.

“Laboratorium anatomi universitas setempat melakukan ekstraksi cairan tubuh,” begitu bunyi pernyataan polisi. “Ada indikasi bahwa paket berisi tangan dan tiga plasenta manusia dikirim dari Manaus ke Singapura.”

Pada paket tujuan Singapura itu, tersangka penerima organ tubuh manusia ini adalah desainer Indonesia, Arnold Putra, menurut VICE World News.

Arnold Putra pernah memicu kontroversi pada 2020 lalu terkait penggunaan bagian tubuh manusia dalam karyanya. Arnold dikabarkan mendesain sebuah tas dengan melibatkan bahan dari tulang belakang manusia dan lidah buaya.

Karya berupa tas tangan kemudian menimbulkan kemarahan di kalangan warganet. Tas bergaya keranjang ditawarkan seharga $5.000 atau Rp 72 juta dan pertama kali dijual pada 2016.

Di media sosial, Arnold dikenal menjalani gaya hidup mewah, penuh dengan wisata eksotis, kemewahan, dan fashion kelas atas. Namanya diperiksa oleh akun “Rich Kids of Instagram” dan pada 2017 ia digambarkan oleh Tatler Indonesia sebagai salah satu kolektor mobil paling produktif di Indonesia.

Di profil Instagram-nya (@arnoldputra) ia cenderung mengunggah gambar-gambar yang terbilang sadis. Seperti hewan-hewan yang terbunuh dan orang-orang yang tengah melakukan atraksi berdarah.

Sedangkan di Instagram lainnya, @byarnoldputra, ia memamerkan tas kontroversial yang ia buat dengan menyertakan keterangan bahan dasar pembuatan tas tersebut.

“Tas keranjang lidah buaya. Pegangan yang terbuat dari seluruh tulang belakang anak yang menderita osteoporosis,” tulisnya dalam keterangan foto dikutip Kamis (24/2/2022).

Jadi Viral

Awalnya, foto tas tulang itu diunggah pada 2016 dan menjadi viral setelah seorang mahasiswi dan kurator berusia 19 bernama Maxim memposting tangkapan layar dari @byarnoldputra ke akun Twitternya @wqbisabi.

Dari sana, foto tersebut dibagikan secara luas dan mendapat banyak komentar negatif. Tak hanya di media sosial, kabar ini pun menarik berbagai media termasuk media internasional seperti Insider.

Terkait unggahan tersebut, Arnold mengatakan kepada Insider bahwa akun ini dijalankan oleh orang lain dan bahwa dia telah “berkontribusi” untuk itu. Namun, ia tidak mengatakan apakah tulang tersebut benar-benar milik seorang anak.

Dua ahli tulang pun dihubungi dan ketika melihat foto tersebut, keduanya mengatakan bahwa itu hampir pasti tulang belakang manusia. Namun, mereka tidak setuju apakah itu milik seorang anak.

Satu penjelasan datang dari The Unconventional yang menjelaskan bahwa Arnold menukar barang-barang mewah kepada suku-suku kuno dengan barang-barang yang dianggap berharga bagi mereka.

Tulang Berlisensi

Kabar tersebut tidak dibenarkan oleh Arnold. Ia mengatakan kepada Insider bahwa ketika koleksi tersebut dibuat ia tidak bepergian ke suku-suku pedalaman.

“Metode sumber saya tidak melibatkan perjalanan ke tempat-tempat ini sama sekali,” katanya mengutip Insider, Kamis (24/2/2022).

Sebaliknya, menurut Arnold, tulang belakang tersebut didapatkan dari sumber medis di Kanada dengan lisensi tertulis.

Ia membeli tulang dari perusahaan berlisensi yang menerima spesimen manusia yang disumbangkan untuk obat-obatan dan kadang-kadang menjualnya sebagai surplus.

Pada saat publikasi, dia tidak mengonfirmasi apakah surplus medis tersebut adalah sumber dari tulang belakang. Dia menolak untuk menunjukkan kepada Insider surat-surat itu, dengan mengatakan bahwa surat-surat itu tunduk pada perjanjian kerahasiaan.

Tas itu adalah bagian dari koleksi yang belum selesai “yang melibatkan bahan serupa yang belum pernah ada sebelumnya dalam pembuatan garmen,” katanya.

Sedangkan, terkait lidah buaya, itu merupakan produk sampingan dari industri daging dan kulit buaya.

“Butuh sedikit eksperimen untuk membuat lidahnya rata dan cukup kenyal,” katanya.

 

Sumber  : https://www.liputan6.com

Baca Juga