Sabtu,12 Maret 2022 | 07:44 WIB

Apa Itu Ukm & Umkm? Bagaimana Menjadi Wirausaha Baru Jadi Ukm Hebat

Apa Pengertian & definisi UKM/UMKM Indonesia? kemudian bagaimana GoUKM Melahirkan UKM Baru di Indonesia yg Saat ini tak sedikit memandangnya sebelah mata. Padahal tak dipungkiri UKM/UMKM ternyata mempunyai kiprah yg besarbagi perekonomian pada Indonesia. Terbukti saat krisis moneter pada tahun 1997, pada waktu satu persatu perusahaan akbar tumbang, usaha UMKM justru tidak goyah dan malah menjadi tulang punggung perekonomian di kala itu.

Meski begitu ternyata tidak banyak yg mengetahui apa itu UKM? Apa yang membedakan dengan UMKM? Bahkan ada yg menyebut UKM dan Startup itu sama padahal jauh tidak sama. Disini Go UKM akan mengajak para pembaca buat melihat perkembangan UKM di Indonesia.

Lalu Apa  definisi UKM & UMKM ?

apabila membaca peraturan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 mengenai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Maka sanggup dipandang perbedaannya menggunakan jelas antara UKM dan UMKM

Pengertian UMKM & UKM adalah jenis usaha yang dipisahkan berdasarkan kriteria aset dan omset. Lebih menjadi berikut :

Usaha Mikro adalah bisnis produktif milik orang perorangan dan/atau badan bisnis perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. Kriteria asset: Maks. Rp 50 Juta, kriteria Omzet: Maks. Rp 300 juta rupiah.

BACA JUGA : PELATIHAN Kursus Online Vokasional menjadi  Pengusaha KulinerUsaha Kecil merupakan usaha ekonomi produktif yg berdiri sendiri, yg dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yg bukan adalah anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yg dimiliki, dikuasai, atau sebagai bagian baik eksklusif maupun nir pribadi berdasarkan bisnis menengah atau bisnis akbar yg memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini. Kriteria asset: Rp 50 juta – Rp 500 juta, kriteria Omzet: Rp 300 juta – Rp 2,5 Miliar rupiah.Usaha Menengah merupakan bisnis ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yg dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yg dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik eksklusif maupun nir pribadi dengan usaha Kecil atau bisnis besarmenggunakan jumlah kekayaan bersih atau output penjualan tahunan sebagaimana diatur pada Undang-Undang ini. Kriteria asset: 500 juta – Rp 10 Miliar, kriteria Omzet: >Rp 2,5 Miliar – Rp 50 Miliar rupiah.

Sedangkan UKM Diatur Oleh Beberapa Peraturan Berikut Ini :

Surat edaran Bank Indonesia No.26/I/UKK tanggal 29 Mei 1993 perihal Kredit Usaha Kecil (KUK) merupakan usaha yg memiliki total asset Rp 60 juta (enam ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah atau rumah yang ditempati. Pengertian usaha kecil ini mencakup bisnis perseorangan, badan bisnis partikelir & koperasi, sepanjang asset yang dimiliki nir melebihi nilai Rp 600 juta.

Menurut Departemen Perindustrian dan perdagangan, pengusaha mini& menengah merupakan grup industrimodern, industri tradisional, dan industri kerajinan, yang memiliki investasi, kapital buat mesin-mesin dan alat-alat sebanyak Rp 70 juta ke bawah menggunakan resiko investasi kapital/energi kerja Rp 625.000 ke bawah & usahanya dimiliki wargaNegara Indonesia.

Menurut Badan Pusat Statistik, usaha menengah dibagi kedalam beberapa bagian, yaitu: (i) Usaha Rumah tangga memiliki: 1-5 energi kerja, (ii) Usaha kecil menengah: 6-19 tenaga kerja, (iii) Usaha menengah: 20-29 tenaga kerja, (iv) Usaha besar : lebih menurut 100 tenaga kerja.

Sedangkan pada konsep Inpres UKM, yang dimaksud dengan UKM merupakan aktivitas ekonomi dengan kriteria: (i) Asset Rp 50 milyar, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat bisnis, (ii) Omset Rp 250 milyar

Sehingga dapat disimpulkan bahwa antara UKM & UMKM sama hanya saja tidak sinkron dalam jumlah nominal aset yang dimiliki oleh suatu bisnis & bisnis.

Berdasarkan perkembangan UKM pada Indonesia Dibedakan Menjadi 4 Kriteria yaituLivelihood Activities, merupakan Usaha Kecil Menengah yang digunakan sebagai kesempatan kerja buat mencari nafkah, yang lebih umum dikenal menjadi sektor informal. Contohnya adalah pedagang kaki 5.Micro Enterprise, adalah Usaha Kecil Menengah yang mempunyai sifat pengrajin namun belum mempunyai sifat kewirausahaan.Small Dynamic Enterprise, adalah Usaha Kecil Menengah yang sudah mempunyai jiwa kewirausahaan dan mampu mendapat pekerjaan subkontrak & eksporFast Moving Enterprise, merupakam Usaha Kecil Menengah yang sudah mempunyai jiwa kewirausahaan & akan melakukan transformasi menjadi Usaha Besar (UB).

Apakah Perbedaan UKM dengan Startup ?

Perkembangan UKM Indonesia beberapa tahun belakangan ini sepertinya disandingkan menggunakan startup. Akibat kebijakan pemerintah yg terus menggenjot perkembangan keduanya. Target minimal dua% UKM pada Indonesia & 1000 startup pada tahun 2020. Namun ternyata tak semua orang tahu bahwa keduanya tidak sinkron meski sama-sama bisnis rintisan yang asal berdasarkan ilham brilian seseorang yg sanggup melihat jeli peluang bisnis.

Persamaan lainnya terletak dalam kapital yang kecil bahkan ada yang tak memiliki kapital sama sekali. Meski tidak sedikit para pebisnis pemula tersebut mencari kapital pinjaman. Selain itu umumnya waktu di awal manajemen bisnisnya masih sangat sederhana hanya dibantu oleh orang terdekat misalnya kerabat atau famili.

Lalu bagaimana perkembangan UKM pada Indonesia dan startup? Lalu di mana letak perbedannya? Perbedaannya terletak pada jenis usahanya. apabila usaha UKM lebih menghasilkan suatu produk sedangkan bentuk usaha startup lebih mengandalkan jasa. Sehingga UKM umumnya hasil usahanya bisa eksklusif dinikmati oleh konsumen misalnya pakaian, masakan, dan karya seni. Sementara startup lebih ke arah pelaksanaan atau aplikasi, digital marketing agency, cloud based service.

Kedua, pada penggunaan koneksi Internet. Jika UKM menggunakan koneksi internet hanya sekedarnya saja pada proses pemasaran. Tetapi startup, koneksi internet ibarat jantungnya usaha. Tanpa internet bisnis ini tak akan berjalan lantaran  menurut awal bisnis memang memakai internet.

Lihat Juga : Pelatihan & Kursus Online dan Tatap Muka buat Kewirausahaan

Ketiga, pada skala produksi, apabila UKM skala produksinya terbatas lantaran wajibmemakai bahan baku & asal daya insan menjadi energi kerjanya sedangkan startup tak tergantung pada bahan standar & tidak perlu menggunakan SDM yg terlalu poly.

Bagaimana Pertumbuhan & Perkembangan pada UKM Indonesia ?

Meski UKM  sanggup bertahan pada waktu krisis moneter namun pertumbuhannya ternyata melambat sesudah krismon. Padahal saat itu diperkirakan akan lebih cepat. Seperti data yg terdapat dalam  Worldbank yg memberitahuakn bahwa bisnis minitumbuh lebih cepat sebelum tahun 1998 dari pada sesudah tahun 1998.

Meski begitu dibandingkan dengan  negara tetangga lainnya, Indonesia merupakan negara yang memiliki UKM/UMKM terbesardari tahun 2014. Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM di Indonesia mempunyai 57,89 juta unit atau 99,99 % menurut total jumlah pelaku bisnis nasional.

Berdasarkan Data Kementerian Koperasi & UKM, jumlah wirausahawan di Indonesia pun melonjak tajam menurut 0,24 % menjadi 1,56 persen berdasarkan jumlah penduduk. Meski begitu jumlah tersebut masih jauh dari sasaran wirausaha Indonesia yang harusnya idealnya minimum 2 persen berdasarkan jumlah penduduk.

Dan meski secara kuantitas jumlah wirausaha Indonesia poly tetapi secara persentase jumlah tersebut kalah jauh dibandingkan dengan negara tetangga. Seperti Singapura sebesar tujuh %, Malaysia 5 persen, & Thailand empat persen. Sementara negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang bahkan mempunyai jumlah pengusaha lebih dari 10 % menurut jumlah populasi.

Meski masih minim namun survei yg dilakukan sang Global Entrepreneurship Monitor (GEM) pada tahun 2013, menampakan bahwa asa berwirausaha masyarakat Indonesia adalah yang ke 2 tertinggi di ASEAN selesainya Filipina.

Bagaimana Peran UKM bagi Indonesia ?

Tak hanya ketika krisis moneter UMKM berkontibusi pada perekonomian Indonesia. Setelah krismon pun UKM masih berperan bahkan dijadikan tulang punggung perekonomian lantaran secara alamiah lebih bergerak maju ketimbang perusahaan besar .

Menurut World Bank, Indonesia sendiri sumber penghidupan sangat bergantung dalam sektor UKM. Dan kebanyakan bisnis kecil ini terkonsentrasi pada sektor perdagangan, pangan, olahan pangan, tekstil dan garmen, kayu dan produk kayu, dan produksi mineral non-logam. Dan secara holistik, sektor UKM diperkirakan menyumbang lebih kurang lebih dari 50% PDB (kebanyakan berada pada sektor perdagangan dan pertanian) dan sekitar 10 % berdasarkan ekspor.

Data BPS 2014 pun membuktikan bahwa UMKM berkontribusi akbar pada memberikan kesempatan kerja sebesar 96,99 % terhadap pembentukan PDB sebanyak 60,34 %. UMKM juga berkontribusi pada penambahan devisa negara pada bentuk penerimaan ekspor sebesar 27.700 milyardan membentuk peranan 4,86% terhadap total ekspor.

Baca Juga