Sabtu,12 Maret 2022 | 13:17 WIB

6 Jenis Rasio Keuangan Buat Mengukur Kesehatan Koperasi Syariah

GUSTANI.ID – Dalam mengukur kesehatan Koperasi Syariah ada 2 faktor primer yg dijadikan tolak ukur, yaitu faktor keuangan dan faktor non keuangan. Faktor keuangan diukur secara kuantitatif melalui analisis rasio keuangan atas laporan keuangan. Sedangkan faktor non-keuangan diukur secara kualitatif yg meliputi aspek Manajemen & aspek Kepatuhan Syariah. 

Berdasarkan Peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop RI No. 07 Tahun 2016 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan KSPPS/USPPS menyebutkan bahwa ruang lingkup penialian kesehatan Koperasi Syariah mencakup 8 aspek : permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian & pertumbuhan, jatidiri koperasi, dan prinsip syariah.

Dari 8 aspek tadi, dua diukur secara kualitatif yaitu aspek manajemen & aspek kepatuhan syariah, sedangkan 6 sisanya diukur secara kuantitatif melalui rasio keuangan yang angkanya bersumber dari laporan keuangan.

Analisis rasio keuangan adalah teknik analisis dengan cara membandingkan antar pos dalam laporan keuangan yg mempunyai hubungan. 

Tujuan dari analisis laporan keuangan melalui rasio keuangan merupakan :Screening atau mencerna secara sekilas dan cepat syarat keuangan suatu forumDiagnosis atau mengidentifikasi kemungkinan adanya masalah keuangan suatu lembagaForcesting atau meramalkan bagaimana syarat keuangan suatu forum dimasa depanEvaluation atau mengevaluasi kinerja keuangan masa kemudian suatu forum

Kemampuan manajemen pada menganalisis laporan keuangan melalui rasio keuangan bisa membantu manajemen pada mengevaluasi kinerja serta memprediksi kemungkinan kasus yang muncul dimasa depan.

Berikut ini akan dibahas 6 rasio keuangan buat mengukur taraf kesehatan keuangan koperasi syariah yg mesti dipahami sang manajemen koperasi syariah.1. RASIO PERMODALAN

Aspek pertama evaluasi kesehatan Koperasi Syariah adalah rasio permodalan. Penilaiannya dilakukan dengan memakai dua rasio permodalan yaitu perbandingan kapital sendiri menggunakan total aset & rasio kecukupan kapital (CAR).Rasio Modal Sendiri Terhadap Total Aset 

dimaksudkan buat mengukur kemampuan KSPPS/USPPS Koperasi dalam menghimpun kapital sendiri dibandingkan menggunakan aset yg dimiliki. Pada KSPPS/USPPS Koperasi rasio ini dianggap sehat bila nilainya maksimal20%. Artinya bahwa KSPPS/USPPS Koperasi sudah bisa menumbuhkan agama anggotanya, buat menyimpan dana pada KSPPS/USPPS Koperasi. 

Ket :Modal Sendiri dalam koperasi syariah terdiri berdasarkan : Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, dan Cadangan.Rasio kecukupan kapital atau Capital Adequacy Ratio (CAR) 

Pada lembaga keuangan misalnya KSPPS/USPPS Koperasi merupakan kewajiban penyediaan kecukupan modal (kapital minimum) didasarkanpada risiko aktiva yang dimilikinya. Penggunaan rasio ini dimaksudkan agar para pengelola KSPPS/USPPS Koperasi melakukan pengembangan usaha yg sehat & bisa menanggung risiko kerugian dalam batas-batas tertentu yg dapat diantisipasi oleh kapital yg terdapat. Menurut surat Edaran Bank Indonesia yg berlaku waktu ini sebuah forum keuangan dikatakan sehat apabila nilai CAR mencapai 8% atau lebih. Artinya Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dijamin sang kapital sendiri (kapital inti) dan kapital lain yg mempunyai ciri sama dengan modal sendiri (modal pelengkap) sebanyak 8%. Untuk nilai CAR lebih tinggi menurut 8%, memperlihatkan pertanda bahwa KSPPS/USPPS Koperasi semakin sehat.

Ket :Modal Tertimbang adalah Modal Sendiri dikali 100%, & Modal Pelengkap dikali 50% yang terdiri dari: Modal Penyertaan & SHU Belum Dibagi. ATMR adalah Aset Tertimbang Menurut Risiko menggunakan kriteria menjadi berikut:

2. RASIO KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF

Penilaian terhadap kualitas aktiva produktifdidasarkan dalam 3 (3) rasio, yaitu :Rasio taraf piutang & pembiayaan bermasalah terhadap jumlah piutang & pembiayaan atau yang biasa disebut Non-Performing Financing (NPF) 

Penilaian rasio piutang & pembiayaan bermasalah terhadap piutang dan pembiayaan merupakan untuk mengukur piutang dan pembiayaan bermasalah dibandingkan menggunakan piutang & pembiayaan Semakin minirasio piutang dan pembiayaan bermasalah terhadap piutang & pembiayaan terhadap pinjaman yg diberikan, maka semakin tinggi nilai kreditnya atau kualitasnya semakin baik. Artinya, semakin baik kualitas pinjaman yang diberikan.

Kategori optimal piutang & pembiayaan bermasalah terhadap piutang dan pembiayaan merupakan kurang menurut lima%

Ket :Pembiayaan Bermasalah merupakan pembiayaan yg secara kolektabilititas masuk kategori Kurang Lancar (Kol dua), Diragukan (Kol 3), dan Macet (Kol 4). Rasio Portofolio terhadap piutang berisiko & pembiayaan berisiko PAR (Portfolio Asset Risk)

Penilaian terhadap rasio ini dimaksudkan untuk mengukur perbandingan antara jumlah piutang & pembiayaan bermasalah terhadap piutang dan pembiayaan yg dicermati berdasarkan kategori masa ketika keterlambatan pembayaran semakin rendah nilai rasio ini maka semakin baik kualitas rasionya.

Kategori optimal rasio Cadangan Risiko  Terhadap Pinjaman Bermasalah merupakan kurang menurut 21%

Rasio Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif(PPAP) terhadap penyisihan aktiva produktifyang harus dibuat (PPAPWD) 

Rasio Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) terhadap penyisihan aktiva produktif yang wajibdibentuk (PPAPWD) Rasio  ini  menampakan  kemampuan  manajemen KSPPS/USPPSKoperasi menyisihkan pendapatannya buat menutupi risiko (penghapusan) aktiva produktif yang disalurkan dalam bentuk pembiayaan & piutang. Semakin tinggi nilai rasio ini semakin baik.

Kategori optimal rasio PPAP terhadap PPAPWD adalah 100%.

Perhitungan PPAPWD0,lima% menurut aktiva produktiflancer ;10% dari aktiva produktifkurang lancar dikurangi nilai agunannya;50% berdasarkan aktiva produktif diragukan dikurangi nilai agunannya;100% berdasarkan aktivaproduktifmacet dikurangi nilai agunannya.

Jika nilai agunan tidak dapat ditaksir/diketahui maka nilai agunan sebagai pengurang merupakan sebanyak 50% dari baki debet.3. RASIO EFISIENSI

Rasio efisiensi mendeskripsikan hingga seberapa akbar KSPPS/USPPS Koperasi bisa memberikan pelayanan yg efisien pada anggotanya menurut penggunaan aset yg dimilikinya, sebagai pengganti berukuran rentabilitas yang untuk badan usaha koperasi dinilai kurang tepat. Penilaian efisiensi KSPPS/USPPS Koperasi berdasarkan pada tiga (3) rasio yaitu :Rasio Biaya Operasional Terhadap Pelayanan

Rasio porto operasional pelayanan terhadap partisipasi bruto merupakan perbandingan antara porto operasional pelayanan terhadap partisipasi bruto. Beban operasi anggota merupakan beban pokok ditambah dengan beban bisnis  bagi anggota di tambah beban perkoperasian. 

Untuk USP Koperasi, beban perkoperasian dihitung secara proporsional Semakin rendah nilai rasio porto operasional pelayanan terhadap partisipasi bruto semain baik nilai aspek efisiensi koperasi.

Kategori optimal rasio porto operasional pelayanan terhadap partisipasi bruto adalah kurang dari 71%

Rasio Aktiva Tetap Terhadap Total Aset

Rasio aktiva permanen terhadap total modal merupakan perbandingan antara aktiva permanen dengan total kapital. Rasio ini dimaksudkan buat mengukur tingkat efisiensi penggunaan kapital buat mendanai aset permanen Semakin rendah nilai aktiva tetap terhadap total kapital menunjukkan semakin baik nilai aspek efisiensi koperasi. 

Kategori aktiva permanen terhadap total modal adalah lebih miniatau sama dengan 25%

Rasio Efisiensi Pelayanan

Rasio efisiensi pelayanan ini dimaksudkan buat mengukur taraf pelayanan karyawan dalam pelanggannya. Pengukuran tadi  dilakukan dengan cara membandingkan antara porto karyawan dengan volume pembiayaan. Semakin rendah nilai rasio  antara biayakaryawan dengan volume pembiayaan memberitahuakn semakin baik nilai aspek efisiensi koperasi. 

Kategori optimal rasio  efisiensi pelayanan merupakan kurang dari 5%

4. RASIO LIKUDITAS

Rasio likuiditas koperasi digunakan buat mengukur taraf likuiditas (kelancaran) koperasi dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.Cash Rasio

Rasio kas dan bank terhadap kewajiban lancar ini dimaksudkan buat mengukur kemampuan USP/KSP koperasi pada memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pengukuran tadi dilakukan menggunakan cara membandingkan antara kas & bank menggunakan kewajiban lancar.

Kategori optimal rasio kas & bank terhadap kewajiban lancar merupakan 26 % sampai 34 %

Rasio Permbiayaan Terhadap Dana yg Diterima

Baca Juga