Kamis,10 Maret 2022 | 07:44 WIB

3 Daftar Klub Sepak Bola Terbesar Di Indonesia

logo-logo-daerah

Indonesia — Ada puluhan klub sepak bola yg bertanding pada kompetisi primer Indonesia. Namun keempat klub ini merupakan yg paling berprestasi & mempunyai basis pendukung terbesar di Tanah Air.

Persija, Persib, & Arema adalah klub-klub sarat prestasi pada persepakbolaan Tanah Air dan pemilik pendukung terbanyak mari kita simak..

Persija Jakarta

Persija Jakarta merupakan galat satu klub sarat prestasi yg dimiliki Indonesia. Di kompetisi domestik, Persija sudah mengoleksi 10 gelar juara, menggunakan rincian 9 kali juara Perserikatan & sekali Liga Indonesia. 

Gelar juara Perserikatan diraih Persija pada isu terkini: 

  • 1931
  • 1933
  • 1934
  • 1938
  • 1954
  • 1964
  • 1973
  • 1975 
  • 1979

Sedangkan satu-satunya gelar Liga Indonesia disabet pada 2001. 

Sejarah mencatat Persija adalah reinkarnasi dari VIJ yg merupakan keliru satu pendiri Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). 

Persija didirikan pada 28 November 1928. Itu berarti sudah 88 tahun Persija berdiri & bisa pertanda sebagai salah satu kekuatan tradisional pada sepak bola Indonesia.

Sebenarnya Persija merupakan bond sepak bola menurut administratif Jakarta Pusat. Maka tidak heran dalam era Perserikatan, Persija lebih dikenal dengan nama Persijapus atau Persija Jakarta Pusat. 

Namun sejak era Liga Indonesia, nama Persija lebih terkenal dipakai. Itu lantaran perkembangan klub yang jua terdapat pada DKI Jakarta misalnya PSJS Jakarta Selatan, Persijatim Jakarta Timur, hingga Persitara Jakarta Utara gagal menandingi kiprah Persijapus di kompetisi nasional.

Saat ini dalam 2016, tim yg tampil dengan jersey berwarna oranye ini dilatih oleh juru racik berdasarkan Brasil: Paulo Camargo. 

Dalam tim Persija kini pula masih terdapat pemegang caps terbanyak timnas Indonesia, Bambang Pamungkas. Pemain berasal Semarang itu sudah menjadi simbol klub berjuluk Macan Kemayoran itu.

Di sisi lain karena telah menjadi kebanggaan rakyat DKI Jakarta, Persija pun memilih Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senayan sebagai markasnya buat menggelar pertandingan. 

Jumlah suporter Persija yg dikenal dengan nama The JakMania diperkirakan mencapai 50 ribu untuk tempat Jabodetabek.

Persib Bandung

Pada era kompetisi profesional Indonesia Super League (ISL), Persib Bandung berkembang sebagai klub yang terbaru. 

Maung Bandung Laris diminati poly sponsor sampai penjualan tiket yg selalu di atas rata-rata kapasitas stadion. Perubahan ini menciptakan merk Persib menjadi kebanggaan tersendiri buat para bobotoh —julukan buat pendukung Persib.

Seiring berkembangnya Persib sebagai klub terbaru, prestasi juga datang silih berganti. Setelah sempat paceklik gelar kampiun selama 19 tahun —terakhir juara Liga Indonesia musim 1994/1995— Persib balik meraih mahkota juara ISL dalam 2014. 

Pada 2015 Persib jua menjadi juara Piala Presiden.

Tapi sebetulnya Persib yang didirikan dalam 1933 adalah salah satu pengoleksi gelar kampiun Perserikatan terbanyak. Total 5 titel juara Perserikatan pernah diraih Persib, masing-masing pada ekspresi dominan: 

  • 1939
  • 1961
  • 1986
  • 1989/1990
  • 1993/1994

Persib pun dikenal sebagai pemasok pemain timnas Indonesia, baik level junior juga senior. Banyak legenda timnas Indonesia yg pernah memperkuat Persib pada masa jayanya.

Dari sisi jumlah penggemar, Persib merupakan salah satu klub paling poly mempunyai suporter. Dalam salah satu survei yang dilakukan manajemen Persib, mereka menemukan liputan bahwa pada daerah Jawa Barat saja, jumlah penggemarnya mencapai 4,lima juta orang. 

Sehingga apabila ditotal dengan penggemar pada luar Jawa Barat, jumlahnya mampu melebihi nomor tersebut. Maka tidak mengherankan apabila setiap Persib bertanding pada banyak sekali daerah, niscaya selalu lebih menurut ribuan bobotoh turut menyaksikan.

AREMA MALANG

11 Agustus selalu sebagai hari istimewa buat rakyat Malang Raya. Pada lepas itulah rakyat Malang niscaya tumpah ruah untuk merayakan ulang tahun klub pujian mereka, Arema. 

Sejak didirikan dalam 11 Agustus 1987, sampai kini Arema sebagai satu-satunya mantan klub Galatama yang mampu berkibar. Gelar juara ISL 2009/2010 menjadi zenit sukses pada sejarah klub Arema berlogo singa ini. 

Sebelumnya di kompetisi Galatama, Arema juga pernah meraih gelar juara. Keberhasilan itu dicatat pada penyelenggaraan kompetisi “partikelir” ini dalam isu terkini 1992/1993. Arema juga pernah tercatat sebagai juara Divisi I 2004 setelah ekspresi dominan sebelumnya terdegradasi berdasarkan Divisi Utama.

Kini Arema dengan manajemen klub yg mapan hingga jumlah pendukung fanatik yg luar biasa banyaknya pada banyak sekali wilayah sampai mancanegara, membuat tim ini selalu sebagai aktor primer sepak bola Indonesia. 

Apalagi tim berjulukan Singo Edan tadi sanggup secara konsisten berada di papan atas kompetisi pada tiap musimnya. Tahun 2016 ini, Arema menjuarai Piala Bhayangkara.

Saat ini Arema dilatih instruktur berasal Bosnia-Herzegovina, Milomir Seslija. Skuat Arema yg sekarang pula poly dihuni pemain berlabel timnas.  Tidak heran apabila tim yg berkantor pada Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, itu tidak pernah absen dari daftar tim favorit juara pada berbagai ajang.

Tetapi di sisi lain, ada sejarah kelam yang tercatat pada kitab Arema. Sejarah getir itu tidak lain lantaran sempat terjadi dualisme pengelolaan Arema, tepatnya mulai 2011. Tapi perlahan namun niscaya, dualisme itu mulai mencair. 

Baca Juga