Minggu,13 Maret 2022 | 17:17 WIB

9 Rekomendasi Film Terbaik. Ending nya membagongkan

images (10)

Dikarenakan penyebaran virus COVID-19 yang semakin merebak, kita mungkin akan tinggal di rumah selama beberapa minggu ke depan. Entah wajib bekerja menurut tempat tinggal atau tidak, kita tetap membutuhkan saat bersantai di tengah pandemi ini. Dan menjadi alternatif untuk melupakan masalah, film selalu menjadi pilihan yang primer.

Memang sahih jika ada ribuan film yang tersedia di aneka macam layanan streaming, tetapi yang mana yang kira-kira akan kalian pilih, dan bagaimana kalian memahami bila itu adalah keliru satu film terbaik sepanjang masa?

Untuk mengetahuinya, kalian mungkin bisa menonton ratusan trailer, membaca ribuan ulasan dan rating film pada laman IMDb. Untuk menghemat ketika, kalian mungkin mampu membaca artikel ini dan mulai menonton beberapa rekomendasi film di dalamnya.

Dari animasi hingga film perang terbaik, berikut 10 rekomendasi film terbaik yang recomended ditonton saat #DiRumahAja.

1. The Great Dictator

Charlie Chaplin memang telah menciptakan banyak film bisu yang hebat, di mana City Lights umumnya dianggap menjadi yang terbaik. Tetapi dalam tahun 1940, hanya untuk menerangkan bila ia bisa melakukannya, Chaplin membuat film panjang pertama yang bersuara, The Great Dictator.

The Great Dictator merupakan film tentang fasisme. Saat Perang Dunia II berkecamuk, Charlie Chaplin membuat film ini untuk mencemooh Hitler & Mussolini, dan kekonyolan ideologi mereka. The Great Dictator memiliki semua hal yang kalian ketahui dan sukai tentang Charlie Chaplin, dan sebagai sebuah propaganda anti-Nazi pula.

2. The Seventh Seal

Kalian niscaya gundah mengapa The Seventh Seal selalu tampil dalam daftar film-film hebat sepanjang masa. Faktanya, beberapa orang yang memilihnya memang telah sahih-sahih menontonnya, pada mana selebihnya akan dan harus menontonnya.

Ditulis dan disutradarai oleh Ingmar Bergman, dan berlatar dalam masa Black Death, film ini terkenal lewat sosok Kematian yang bermain catur demi kepemilikan jiwa manusia. Jadi, apakah beliau bermain untuk menang atau apakah dia memiliki motif yang tidak selaras pada dalamnya?

Bisa dikatakan kalau The Seventh Seal adalah sebuah masterpiece eksistensialis. Namun, jangan abaikan hal itu menciptakan kalian merasa bingung duluan. Mari menonton dan ikut bergabung buat melakukan “Dance Macabre” lewat film ini.

3. One Flew Over The Cuckoo’s Nest

Jack Nicholson bisa berperan sebagai orang gila dengan relatif baik, di mana yang paling populer mungkin merupakan sosok Jack Torrance berdasarkan The Shining dan tentu saja Joker dalam Batman karya Tim Burton.

Tetapi, film terbaiknya tentang kegilaan justru mendeskripsikan dirinya menjadi satu-satunya orang waras pada tempat tinggal sakit jiwa. Ya, film itu adalah One Flew Over the Cuckoo’s Nest, sebuah film individualisme yang menceritakan kisah seseorang yang berpura-pura marah walau nyatanya tidak.

Diadaptasi berdasarkan novel Ken Kesey menggunakan judul yang sama, film ini menerima 9 nominasi Academy Awards dan berhasil membawa pulang 5 piala Oscar, salah satunya merupakan Best Actor buat Nicholson. Akhir film ini benar-benar mengerikan dan sangat kompulsif, namun permanen saja sangat worth it untuk ditonton.

4. The Usual Suspects

Beberapa film memang gampang diikuti, bahkan sangat mudah diikuti. Sedangkan yang lainnya mungkin akan membuat kalian memperhatikan menggunakan lebih saksama. Dan buat The Usual Suspects, kalian mungkin perlu mencatat beberapa hal krusial pada dalamnya.

Digambarkan sebagai film “neo-noir,” The Usual Suspects memakai poly kilas kembali buat menceritakan kisah sekelompok pencuri yang ingin membongkar identitas seorang raja kejahatan yang misterius, Keyser Soze.

Dalam film ini Kevin Spacey memerankan Verbal Kint, seseorang penipu yang tidak disukai siapa pun. Ia takut bila Keyser Soze atau anteknya, Kobayashi, akan membalas dendam kepadanya dan keluarganya bila dia menceritakan apa yang beliau ketahui mengenai ledakan yang mengakibatkan tewasnya rekannya.

Lambat laun Verbal dibujuk bahkan diancam sang polisi untuk menceritakan kisahnya yang terus terang sangat luar biasa, hingga pada akhirnya dibebaskan. Setelahnya, dia pulang dan tidak pernah pulang lagi.

5. Apocalypse Now

Apocalypse Now adalah pengisahan baliknovel Joseph Conrad, Heart of Darkness, yang disutradari oleh Francis Ford Coppola dan dibintangi sang Martin Sheen menjadi Kapten Willard.

Willard sendiri adalah seseorang pasukan khusus Amerika yg dikirim buat menelusuri sungai di Vietnam buat menemukan Kolonel Kurtz, yg diperankan sang Marlon Brando, yg memimpin tim Baret Hijau & diyakini telah menjadi gila akibat Perang Vietnam.

Apocalypse Now dengan latif menangkap sifat sebenarnya dari perang. Brando memang tidak muncul lamapada film ini, namun penampilannya pantas buat ditunggu.

Apakah Kurtz gila, atau sebagai gila adalah satu-satunya hal yg waras ketika hidup di hutan dan menunggu musuh buat membunuhnya, adalah pertanyaan yg akan terjawab selesainya kalian menonton film ini.

Meskipun proses shooting-nya sempat tertunda lantaran beberapa masalah teknis, Apocalypse Now secara konsisten selalu terpilih sebagai galat satu film perang terbaik sepanjang masa.

6. Toy Story

Toy Story adalah film yg serba pertama; ini merupakan film fitur animasi personal komputerpertama, fitur pertama dari perusahaan baru bernama Pixar, dan sebagai film pertama yang “benar-benar” memanfaatkan marketing karena kebanyakan tokoh di dalamnya adalah mainan.

Jika diibaratkan, kalian membuat film anak-anak menggunakan tokoh mainan pada dalamnya, dan kemudian kalian menjual mainan tadi. Jenius bukan? Terlepas menurut hal itu, naskah Toy Story pula sangat jenius.

Gagasan mengenai mainan yg sebagai hayati bukanlah hal yang baru pada pasar Hollywood. Namun hal itu tidak kasus, lantaran naskahnya bukan mengenai mainan. Itu mengenai persahabatan.

Toy Story merupakan film tentang teman & penerimaan, di mana kita wajibmendapat diri sendiri bahkan pada saat kita nir memenuhi harapan kita sendiri, dan menerima sahabat-sahabat kita dengan sifat tidak baik yang mereka miliki.

Tonton film ini bersama anak-anak kecil, atau mungkin tanpa mereka, dan biarkan film ini membawa kalian menuju tidak terbatas dan melampauinya!7. The Matrix

The Matrix nir misalnya film fiksi ilmiah lainnya walau memiliki masa depan dystopian & pengambilalihan global oleh alien yg mungkin terdengar mainstream.

Sebagai permulaan, Keanu Reeves, Carrie-Anne Moss, & bahkan Laurence Fishburne tampak keren di dalamnya, lengkap menggunakan sandang hitam, rambut yg disisir ke belakang, & kacamata hitam yang indah.

Mereka pula memiliki gerakan Kung Fu yang luar biasa, & dampak spesifik yang ikonik, “bullet time.” The Matrix memperlihatkan pada kita bila segala sesuatu bisa terjadi. Kedua sekuel The Matrix memang tidak sebagus film ini, jadi alangkah baiknya buat menonton film ini saja.

8. Fight Club

Fight Club didasarkandalam novel menggunakan judul yg sama karya Chuck Palahniuk, menceritakan mengenai hilangnya bukti diri pria pada global yg beradab, meningkatnya ketidakpuasan terhadap rakyat kapitalis, atau mungkin hanya mengenai perkelahian saja.

Film ini dimulai saat Edward Norton, seorang penderita insomnia yg sedang berkeliling dunia bertemu dengan Tyler Durden (Brad Pitt). Tyler adalah sosok segalanya yang bukan dirinya. Dia pandai , tangguh, & tanpa rasa takut. Juga gila.

Mereka pun memulai sebuah fight club lantaran nir ingin meninggal tanpa bekas luka. Tidak lamalalu beberapa pekerja pria di kota tersebut ikut bergabung ke pada klub mereka. Fight Club nyaris tidak membuat sensasi waktu pertama kali dirilis, walau setelahnya menjadi salahsatu film kultus yg paling gampang diingat sepanjang sejarah.

9. The Dark Knight

Tidak semua film superhero memiliki template yg sama dengan film-film MCU. Mereka bisa menjadi menyenangkan, tentu saja, tetapi beberapa lebih sukaberfokus menggunakan tema yang lebih gelap & intens.

Joker yg dibintangi Joaquin Phoenix memang hebat, tetapi sulit buat diklaim menjadi sebuah film superhero. Hal ini tidak sama dengan The Dark Knight — yang juga menjadi anjung seorang Joker — yg memenuhi syarat menjadi sebuah film superhero.

Disutradarai sang Christopher Nolan & dibintangi Christian Bale sebagai Batman, The Dark Knight merupakan film yang jauh lebih menyeramkan daripada kebanyakan film superhero arus utama.

Lewat film ini, Gotham sahih-sahih digambarkan menjadi loka yang sangat gelap. Penampilan Christian Bale memang hebat, tetapi Heath Ledger jauh lebih baik darinya. Ledger berhasil membawa sosok Joker ke taraf kegilaan yg berbahaya, yg menjadi peran akbar terakhirnya.

Baca Juga