Minggu,13 Maret 2022 | 17:17 WIB

Daftar Seniman yang Membenci Maha Karyanya Sendiri

images (11)

Kesuksesan bisa menjadi dua sisi mata pisau bagi seseorang artis. Di satu sisi, sang artis mampu menuai laba & memiliki ketenaran, uang, serta pengakuan. Tetapi disisi lain, sang artis beresiko jatuh ke dalam kondisi yang tidak pernah diinginkannya. Sang artis mampu saja populer lantaran suatu hal butir karyanya dan public mengharapkan output karya itu benar sahih dapat direalisasikan tanpa pendustaan buat selama-lamanya.

Jika anda seseorang pelukis, anda diperlukan buat melukis menggunakan gaya yg sama pada semua karya anda. Anda selalu dihadapkan pada suatu syarat pengharapan public yg amat akbar akan karya karya lukisan anda. Namun seiring kesuksesan & public menuntut sukses yg sama, niscaya anda sebagai seseorang insan kreatif ingin menuangkan karya yang tidak sinkron namun karena idealisme anda sudah tergusur dengan materialism, percayalah usang kelamaan anda niscaya bosan menggunakan karya anda yang terus-menerus & berharap karya-karya anda itu tidak pernah terdapat. Mari kita telusuri daftar seniman Yang Membenci Maha Karyanya Sendiri.

American History X tercatat masuk kedalam 32 film terbaik sepanjang masa,. Tambahan, film ini mampu menyabet piala Oscar buat nominasi Aktor Terbaik yang diberikan pada Edward Norton berkat aksi memukaunya di film. Film ini merupakan debut sutradara Tony Kaye, sebelumnya Kaye dikenal sebagai sutradara video klip, sehingga poly orang yang menilai Kaye puas akan output kerja pada debut pertamanya itu. Tapi nyatanya itu galat, Kaye justru sama sekali tidak senang dalam filmnya ini. Anehnya, ketika American History X berhasil diputar di Festival Film Toronto, Kaye rela tebang jauh jauh dari jerman ke Kanada hanya buat mmbatalkan pemutaran film besutannya itu.

Lukisan yg berjudul Water Lilies mungkin galat satu karya lukisan Claude Monet yg paling dikenal sepanjang sejarah, memang poly lukisan yg didapatkan oleh Monet namun lukisan Lily inilah yg menjadi perhatian selama 30 tahun terakhir karirnya. Tetapi wacana tidak baik terjadi dalam Monet, beliau tak segan buat menghancurkan lukisan yg telah dia buat. Perilaku ini disebabkan karena beberapa factor, pertama Monet menderita katarak pada usia senjanya sehingga membuat penglihatannya semakin memburuk, hal ini yang diduga memicu depresi bagi Monet dan terus menghancurkan lukisan lukisannya, bahkan dalam tahun 1908 Monet menghancurkan 15 karya besarnya tepat sebelum karya karyanya itu dipamerkan pada galeri Durand-Ruel di Paris.

Penulis novel sci fi lainnya Harlan Ellison pula sukses dengan karyanya, Dangerous Visions. Sebuah antologi hasil karya penulis misalnya Isaac Asimov, Larry Niven, Philip K. Dick, dan tentunya Ellison sendiri. Beberapa tahun lalu Ellison menerbitkan antologi keduanya yang berjudul Again, Dangerous Visions. Dan satu tahun antologi keduanya sukses, Ellison merilis antologi keduanya, The Last Dangerous Visions dan sehabis hampir 40 tahun karya terakhirnya itu belum sempat diterbitkan? Apa gerangan?

Dikabarkan antologi ketiganya itu akan melibatkan lebih kurang 150 oenulis. Banyak dari penulis itu sekarang sudah tiada dan sebagian telah menyerah buat menerbitkannya. Sampai akhir hayatnya Ellison nir mampu menuntaskan karyanya itu dan dia pun menginstruksikan istrinya buat membakar karyanya yang belum selesai itu saat dia mati dunia.

Siapa yang tidak kenal menggunakan lagu Stairway to Heaven milik Led Zeppelin. Lagu ini merupakan lagu rock terbaik sepanjang masa versi majalah Rolling Stones. Namun dibalik kesuksesannya, lagu ini membuat petaka bagi band Led Zeppelin sendiri, Robert Plant sang vokalis mengaku muak dengan lagunya itu karena harus membawkannya secara berulang ulang di setiap kesempatan. Bahkan pada waktu reuni Led Zeppelin, Plant menolak menyanyikan Stairway to Heaven lantaran saking bosannya. Tetapi akhirnya Plant bersedia membawakan Stairway to Heaven apabila lagu tadi menjadi performance akhir di waktu pertunjukkan.

Di tahun 2012, Gerhard Richter mencetak rekor baru buat divestasi lelang lukisannya, Abstraktes Bild yang laku34 juta dollar. Reor ini melampaui karya lukisannya yg lain yang dilepas seharga 37 juta dollar beberapa tahun kemudian. Di sisi lain, Gerhard Richter adalah galat satu pelukis populer waktu ini.

Dia jua terkenal sangat mengkritisi karyanya. Bahkan, Richter tak segan segan buat menghancurkan karyanya sendiri, bukan sketsa melainkan lukisan yg sudah jadi san siap dipamerkan. Selain melukis, Richter juga dikenal menjadi fotografer & menggambar bahkan gelas gelas kaca yang terpasang pada cologne cathedral itu buah hasil karyangay. Beberapa lukisannya sangat terkenal, diantaranya Warship Destroyed by Torpedo yang dipamerkan di galerinya pada tahun 1964. Tetapi lukisan itu telah tak bisa kita rasakan lagi lantaran lukisan itu sudah dibakar Richter bersama ke 60 lukisan Richter lainnya yang belom pernah dipamerkan, Sebelum dibakar, Richter memfoto lukisan lukisanna itu dan menjadikannya koleksi album eksklusif.

The Astronauts adalah novel bergenre sci-fi output karya penulis fenomenal Stanislaw Lem. Lem sebagai keliru satu penulis terbaik yg dimiliki sang Polandia. Dengan karir hampir lima decade, Lem telah menulis banyak buku yang telah terjual hampir 10 juta kopi dan telah dialihbahasakan ke beberapa bahasa, dan itu semua diawali oleh novel karyanya The Astronauts.

The Astronauts merupakan kitabpertama yg ditulis Lem dalam tahun 1951. Bukunya itu membawa Lem menduduki puncakkarir menjadi penulis dan berhasil menyematkan namanya menjadi penulis seorang ahli science fiction. Bukunya ini sangat kental menggunakan nuansa luar angkasa, dimana dibukunya ditampilkan kisah berkomunikasi menggunakan para alien dan masih banyak lagi yang berhubungan dengan kehidupan anar galaksi. Tetapi dibalik kesuksesan bukunya itu, Lem awalnya tidak ingin bukunya itu ada, hal ini ditimbulkan dalam ketika itu imbas hegemoni Komunisme sangat tinggi jadi Lem terpaksa membumbui karyanya menggunakan apa yang memang sejalan dengan paham komunisme yang menyasar kepada para pemuda. Hal itu semata mata ia lakukan buat bisa lolos berdasarkan sensor rezim komunis.

Michelangelo adalah keliru satu seniman patung termahsyur pada global dalam zamannya, banyak pahatan patung yang dia hasilkan diantaranya ia membentuk karya yang bernama Pieta yaitu patung Maria Magdalena yg memegang Yesus Kristus yg telah disalib. Patung tersebut dibentuk menjadi monumen di makam kardinal Perancis Jean de Billheres, tetapi kemudian dipindahkan ke lokasinya yang sekarang, kapel pertama pada kanan basilika dalam abad ke-18. Tetapi perlu diketahui patung Pieta awalnya tidak disukai sang Michelangelo dikarenakan kualitas keramik yg tidak baik dan memutuskan buat mengahncurkannya lantaran ketidakpuasannya. Akhirnya Michelangelo meninggalkan begitu saja patung Pieta yang belum rampun itu misalnya apa yang kita lihat kini.

Sama halnya dengan lagu Creep milik Radiohead, Bruce Springsteen bahkan membenci semua lagu lagunya pada pada album Born To Run. Mengapa demikian? Padahal album tadi sukses menembus nomor penjualan lebih berdasarkan 6 juta kopi di Amerika Serikat sendiri & menciptakan album Born To Run disejajarkan dengan album “Magnificient” milik Rolling Stone. Setelah kesuksesan album itu, Bruce digadang gadang akan sebagai the next Bob Dylan.

Single primer menurut Born To Run sendiri keluar di tahun 1974. Bruce sendiri menghabiskan saat yg cukup usang yaitu 6 bulan hanya buat pengerjaan lagu utamanya. Dan semua lagu lagu lain telah dipersiapkan oleh rekan band nya yang lain. Namun apa yang terjadi Bruce melontarkan kalimat tak mengenakan akan lagu lagu lainnnya itu, Bruce menilai lagu lainnya itu merupakan ‘sampah’ & music terburuk yang pernah ia dengar. Hmm, arogannya si Bruce ini..

Manhattan merupakan sebuah film lawak romantic yang rilis pada tahun 1979 yang dibintangi oleh Woody Allen. Perlu diketahui bahwa film Manhattan dirilis dengan warna hitam putih tetapi cerita plus soundtracknya bisa menyentuh hati para penontonnya. Pun begitu menggunakan para kritikus film, mereka menilai film Manhattan adalah sebuah karya yang luar biasa yang pernah Woody Allen untuk kala itu.

Tapi tahukah kamu justru Allen lah orang yang paing depan mengkritik film Manhattan? Yap, diketahui Allen memang seorang kritikus film pula, tak segan segan dia juga mengkritik output karyanya sendiri termasuk Manhattan ini. Pada ketika Manhattan keluar, justru Allen meminta Unied Artist membatalkan perilisannya, dan memperlihatkan film lain demi mencegah Manhattan ditonton orang banyak. Ada apa menggunakan Allen?

Baca Juga